Jumat, 14 Oktober 2011

Cara Menyusun kePengurusan Takmir Masjid






Contoh Menyusun Pengurus Takmir Masjid:


Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan,
menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

(QS 3:104, Ali ‘Imran)


MEMILIH PENGURUS


Salah satu maksud utama penyelenggaraan Musyawarah Jama’ah adalah untuk memilih Pengurus Ta’mir Masjid periode yang akan datang. Sebelum pemilihan Pengurus dilaksanakan, beberapa materi penting berkaitan dengan kepengurusan harus diselesaikan, yaitu: Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Ta’mir Masjid periode sebelumnya, Pedoman Kepengurusan, maupun Program Kerja, Struktur dan Bagan Organisasi.
Laporan Pertanggungjawaban Pengurus Ta’mir Masjid periode sebelumnya -bila sudah ada- dibahas untuk memahami kondisi aktual organisasi, mengantisipasi permasalahan ke depan dan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun Program Kerja periode berikutnya.
Pedoman Kepengurusan disusun sebagai peraturan kepengurusan yang berisi antara lain: wewenang, tanggungjawab, masa kepengurusan, job description, pendelegasian, pembidangan kerja, reshuffle dan lain sebagainya.
Program Kerja disusun berdasarkan keinginan dan kebutuhan jama’ah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi aktual pada masa itu dan perkiraan di masa yang akan datang. Struktur dan Bagan Organisasi disesuaikan dengan pembidangan kerja dan Program Kerja yang telah disusun, agar nantinya Pengurus Ta’mir Masjid dapat bekerja secara efektif dan efisisen dalam melaksanakan segala aktivitasnya. 
Setelah semua itu dibahas dan diputuskan, maka segera dilakukan pemilihan pengurus organisasi. Pertama, dipilih Majelis Syura sebagai Dewan Penasehat dan Pengawas,  yang terdiri dari satu orang Ketua, satu orang Sekretaris dan tiga orang Anggota. Kedua, pemilihan Pengurus Ta’mir Masjid, yang terdiri dari satu orang Ketua Umum terpilih periode berikutnya yang merangkap sebagai Ketua Formatur dan dua orang Anggota Formatur yang membantu dalam menyusun Pengurus Ta’mir Masjid secara lengkap. Hendaknya dipilih personil yang amanah, tabligh, shiddiq dan fathonah.
Pengurus Ta’mir Masjid sebaiknya memiliki masa jabatan yang tidak terlalu lama atau terlalu singkat. Bisa ditentukan sekitar tiga sampai lima tahun. Sebenarnya, periode kepengurusan tiga tahun cukup dinamis bagi organisasi Ta’mir Masjid. Namun, bagi Masjid yang memiliki atau akan membentuk Yayasan dapat dipilih periode kepengurusan  lima tahun, supaya mudah menyesuaikan dengan UU No. 16 Tahun 2001 Tentang Yayasan dan perubahannya dalam UU No. 28 Tahun 2004. Pengurus lama dapat dipilih kembali dalam Musyawarah Jama’ah berikutnya, dengan ketentuan jabatan Ketua Umum maksimum dua kali berturut-turut.

MENYUSUN PENGURUS LENGKAP


Ketua Umum Ta’mir Masjid baru yang merangkap sebagai Ketua Formatur dengan dibantu anggota Formatur selanjutnya melaksanakan tugas membentuk kepengurusan lengkap periode yang akan datang. Calon Pengurus dihubungi secara tertulis oleh Formatur dan diminta untuk menandatangani Surat  Pernyataan Kesediaan menjadi  Pengurus Ta’Mir Masjid yang dilampirkan. Dalam surat tersebut telah ditetapkan posisi jabatan yang bersangkutan dalam kepengurusan. Apabila yang bersangkutan bersedia, maka telah resmi menjadi bagian dari Pengurus yang akan dilantik. Setelah kepengurusan   tersusun  dengan  lengkap  selanjutnya   dilakukan pelantikan oleh Ketua Umum dalam acara yang khusus diselenggarakan untuk itu.
Dalam menyusun Pengurus dihindari terjadinya diskriminasi dan usaha-usaha kelompok untuk mendominasi, sehingga dapat memuaskan segenap pihak. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih calon Pengurus Ta’mir Masjid, antara lain:
a.       Komitmennya terhadap Islam.
b.      Keaktifannya untuk datang ke Masjid.
c.       Kemampuan managerial-nya.
d.      Wawasan keilmuannya.

PELANTIKAN PENGURUS


Panitia pelantikan Pengurus mempersiapkan  segala  keperluan  untuk  acara  pelantikan.  Beberapa  hal yang perlu  diperhatikan  seperti waktu,   tempat  undangan,  dokumen  dan  lain  sebagainya perlu dipersiapkan  dengan baik agar prosesi pelantikan dapat berlangsung dengan lancar.  Biasanya dalam  pelantikan ini ada sambutan-sambutan,  maka  orang-orang  yang  akan  menyambut dalam  acara  tersebut  perlu dihubungi   terlebih  dahulu  agar  acara dapat   berjalan sebagaimana yang diharapkan. Adapun susunan acaranya adalah sebagai berikut:
-         Pembukaan oleh MC.
-         Tilawah Al Quraan dan terjemahannya.
-         Prakata Ketua Panitia.
-         Pelantikan Pengurus Ta’mir Masjid oleh Ketua Umum Ta’mir Masjid.
-         Sambutan Ketua Umum Ta’mir Masjid yang lama dan yang baru.
-         Taushiah oleh Mubaligh.
-         Ramah-tamah.
-         Penutupan oleh MC.
Dalam acara pelantikan dilakukan pembacaan Ikrar Pelantikan Pengurus dan penandatanganan Surat Serah Terima Kepengurusan. Pada saat pelantikan, Ketua Umum Ta’mir Masjid yang baru membacakan Surat Keputusan Formatur tentang penetapan Pengurus baru yang dilampiri Susunan Pengurus Ta’mir Masjid, dan mempersilahkan satu persatu personil Pengurus untuk tampil ke podium. Dengan dipimpin Ketua Umum Ta’mir Masjid baru semua Pengurus mengucapkan Ikrar Pelantikan. Pada saat serah terima kepengurusan, Ketua Majelis Syura -didampingi Ketua Umum Ta’mir Masjid yang lama dan baru- membacakan naskah serah terima, yang kemudian ditandatangani masing-masing Ketua Umum lama dan baru, sedang Ketua Majelis Syura menjadi saksi.

 








RESHUFFLE PENGURUS


Pengurus yang telah terbentuk, dalam perjalanannya bisa saja mengalami perubahan susunan. Kepengurusan suatu Ta’mir Masjid tidak selalu dapat berjalan  mulus,  banyak masalah  yang  harus  diatasi  di antaranya  adalah   mengenai keaktifan  personil Pengurus. Di antara mereka kadang ada yang  tidak aktif dalam mengelola organisasi, baik karena adanya halangan, kesibukan yang lain, pindah tempat tinggal (domisili) ataupun  karena keengganannya dalam mengemban amanah organisasi.
Ketidakaktifan personil Pengurus dapat menimpa siapa saja, baik Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara maupun Pengurus Bidang. Ta’mir Masjid harus menghindari berkembangnya budaya paternalistik dalam berorganisasi, dimana ketidakadaan Ketua Umum akan menyebabkan  kematian  organisasi. Adalah keliru, bila mati hidupnya organisasi tergantung dari satu orang. Untuk  menghindari  hal ini, perlu dikembangkan budaya  pendelegasian  dan   desentralisasi kekuasaan.
Ketua  Umum, sebagai manusia biasa juga  memiliki  problem kemanusiaan   dalam   kehidupannya   selain    masalah   yang  berkaitan dengan organisasi. Sehingga dia kadang  terpaksa tidak bisa/kurang aktif dalam memimpin organisasi. Ketua  Umum adalah pimpinan utama (top leader) Ta’mir  Masjid yang memiliki fungsi sangat vital,  apabila berhalangan  harus segera diatasi selekas mungkin.
Bila  Ketua  Umum  berhalangan  sementara,  misalnya   dia seorang    karyawan   yang   harus   mengikuti    tugas ke luar kota atau luar negeri dalam waktu cukup lama,  maka  antisipasinya   dapat dilakukan  dengan  mempejabatkan sementara  jabatan Ketua Umum. Salah satu Ketua Bidang dapat ditunjuk menjadi Pejabat Sementara (PJS) Ketua Umum dengan  memberikan    surat    mandat pendelegasian.
Namun, bila berhalangan tetap misalnya meninggal dunia atau  pindah tempat tinggal ke luar Kota yang tidak memungkinkan  untuk dapat   mengurusi  organisasi  dengan  baik,  maka   upaya antisipasinya  adalah kepemimpinan  tertinggi dipegang oleh Dewan Presidium yang terdiri dari Ketua Bidang, Sekretaris Umum dan Bendahara dan diketuai oleh Ketua Presidium  yang dipilih   dari  anggota  presidium. Presidium dapat  menggantikan kedudukan Ketua  Umum  sebagai pejabat sementara sampai  habis  masa   kepengurusannya atau segera menyelenggarakan Musyawarah Jama’ah Luar Biasa.
Dalam  kepengurusan Ta’mir Masjid  yang  terdesentralisasi dengan  baik, wewenang dan tanggung jawab  bukan hanya  ada  pada  Ketua Umum saja,  tetapi  juga  kepada Pengurus  yang  lain  sesuai  dengan  pembidangan kerja   mereka.  Sebagai  suatu  organisasi  sosial yang pengurusnya bekerja secara suka rela, kadang Ta’mir Masjid mengalami masalah dengan keaktifan personil Pengurus dalam mengemban amanah organisasi. Karena sudah  terdesentralisasi  sedemikian  rupa,  maka apabila terjadi ketidakaktivan Pengurus  sutau bidang akan  menyebabkan  terganggunya  roda kepengurusan.
Sebagai contoh, Ketua Bidang Pembinaan Jama’ah tidak aktif dalam melaksanakan amanah organisasi, maka  pelaksanaan  Progran Kerja   bidang  yang bersangkutan akan  terganggu. Bila ketidak-aktivannya karena adanya kewajiban lain yang  tidak dapat  ditinggalkan, maka jabatannya dapat didelegasikan kepada Pengurus yang lain. Namun, bila ketidak-aktifannya dikarenakan kemalasan untuk bekerja, maka perlu dilakukan upaya pendekatan terhadap Pengurus yang bersangkutan. Pendekatan  formil  dapat   dilakukan   dalam rapat  Pengurus, sedang   pendekatan  nonformil  dapat   dilakukan   dengan menanyakan   kepada  personil  yang bersangkutan  dalam pertemuan yang tidak resmi, misalnya silaturrahmi. Bila pendekatan tersebut tidak berhasil, perlu segera diambil kebijakan dengan memberi surat teguran, dan sekiranya tetap tidak berhasil, maka  yang bersangkutan perlu untuk diganti.  
Ketua Umum dapat melakukan pengaturan ulang (reshuffle) posisi jabatan masing-masing personil Pengurus. Hal ini dilakukan guna menyesuaikan kemampuan mereka dengan bidang kerja yang ada, sehingga diperoleh komposisi baru yang sesuai dengan keahliannya. Akibat dari tindakan ini adalah munculnya Susunan Pengurus  yang  berbeda (biasanya sebagian) dari sebelumnya. Dengan melakukan reshuffle, diharapkan penerapan prinsip "The right man on the right place" dapat dilakukan dengan benar.
Reshuffle  dilakukan  untuk  menjaga  keberlangsungan pelaksanaan amanah organisasi yang dibebankan kepada Pengurus. Tentu saja diperlukan kearifan dalam melakukan pergantian  personil maupun perubahan posisinya,  agar tidak menimbulkan dampak negatif, misalnya:  ketersinggungan, ketidakpuasan, konflik, oposisi dan lain sebagainya.  Namun demikian,  sikap tegas kepemimpinan dalam  upaya  melaksanakan amanah organisasi juga diperlukan. Reshuffle dilakukan dengan menerbitkan Surat  Keputusan Reshuffle yang  ditandatangani oleh Ketua Umum Pengurus Ta'mir Masjid


Nomor    :  001 /FOR/MAC/MJ-III/2010
Lamp.     :  1 lembar
Hal          : Permohonan menjadi Pengurus
                  Ta’mir Masjid “An nur”

Kepada Ykh.
Bapak _H. ……………
Di
Tempat

Assalaamu’alaikum wr. wb.

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam atas Rasulullah yang telah menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Seiring silaturrahmi kami, semoga kiranya Allah senantiasa memberi rahmat, petunjuk dan ni’mat kepada kita semua.

Dengan ini kami memohon kesediaan saudara untuk menjadi Pengurus Ta’mir Masjid “An nur” periode tahun 2010 – 2013 dengan posisi sebagai:

___Sekretaris Bidang Pembinaan Jama’ah_________________________________________ .

Demikianlah permohonan ini semoga dapat dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya.

Bersama dengan surat ini kami lampirkan formulir Surat Pernyataan Kesediaan untuk menjadi Pengurus Ta’mir Masjid “An nur”. Harap diisi dan segera diserahkan kepada kami.

Atas perhatian dan kesediaannya tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih.

Billaahittaufiq wal hidayah,
Wassalaamu’alaikum wr. wb.

Jakarta,  4 Syawal  1431  H  .                 
              13  September 2010

Formatur Pengurus
Ta’mir Masjid “An nur” Cawang



                   Dto                                                      dto                                                          dto


……………………                                         ……………….               ……………………
                Ketua                                                     Anggota                                          Anggota




Lampiran Surat No: 001/FOR/MAC/MJ-III/2010

Jakarta,  13 September 2010


Kepada Ykh.
Formatur Pengurus
Ta’mir Masjid “An nur” Cawang
Di
Tempat


Hal          : Surat Pernyataan Kesediaan.


Assalaamu’alaikum wr. wb.

Segala puji bagi Allah subhanahu wa ta’ala, shalawat dan salam atas Rasulullah yang telah menuntun umat manusia ke jalan yang benar. Seiring silaturrahmi kami, semoga kiranya Allah senantiasa memberi rahmat, petunjuk dan ni’mat kepada kita semua.

Dengan ini kami menyatakan BERSEDIA / TIDAK BERSEDIA *) untuk menjadi Pengurus Ta’mir Masjid “An nur”, Cawang  dengan posisi  sebagai :

___Sekretaris Bidang Pembinaan Jama’ah___________________________ .

Demikianlah pernyataan kami sampaikan, semoga menjadikan periksa adanya. Atas segala perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih.

Billaahittaufiq wal hidayah,
Wassalaamu’alaikum wr. wb.


        Dto



……………………..











*) Coret yang tidak perlu.



 

SUSUNAN PENGURUS

TA’MIR MASJID “AN NUR”, PERIODE 2010 – 2013
________________________________________________________________________

Ketua Umum               :
Sekretaris Umum        :
Bendahara                  :
Wk. Bendahara           :

Bidang Pembinaan Jamaah / dakwah
Ketua                           :
Sekretaris                    :
Departemen                :

Bidang Dana dan Humas
Ketua                           :
Sekretaris                    :
Departemen                :

Bidang Kewanitaan / perempuan
Ketua                           :
Sekretaris                    :
Departemen                :

Bidang Pendidikan dan Pelatihan
Ketua                           :
Sekretaris                    :
Departemen                :

Bidang Pemeliharaan  dan Perlengkapan
Ketua                           :
Sekretaris                    :
Departemen                :

Bidang Pembinaan Remaja Masjid
Ketua                           :
Sekretaris                    :
Departemen                :
.












IKRAR PELANTIKAN

PENGURUS TA’MIR MASJID “AN NUR”, CAWANG,

PERIODE 2010 – 2013

________________________________________________________________________












Dengan ini, kami Pengurus Ta’mir Masjid “An nur” menyatakan, insya Allah:

1.      Kami akan berusaha mencapai tujuan organisasi Ta’mir Masjid “An nur”, yaitu: “Terbinanya umat Islam yang beriman, berilmu dan beramal shalih dalam rangka mengabdi kepada Allah untuk mencapai keridlaan-Nya”.
2.      Kami akan berusaha melaksanakan tugas dan tanggungjawab sebagai Pengurus Ta’mir Masjid “An nur” sesuai amanah organisasi.
3.      Kami akan berjuang di jalan Allah melalui organisasi Ta’mir Masjid “An nur” dengan tetap berpedoman kepada Al Qur’an dan As Sunnah.

Semoga kiranya Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menolong dan meridlai perjuangan kita. Amien


SERAH TERIMA

PENGURUS TA’MIR MASJID “AN NUR’ CAWANG


____________________________________________________________________


BISMILLAHIRAHMANIRROHIM

Pengurus Ta’mir Masjid “An nur” dengan senantiasa mengharap hidayah dan ridla Allah subhanahu wa ta’ala, setelah mempertimbangkan hasil-hasil Musyawarah Jama’ah Ke-… dan pembentukan Pengurus Ta’mir Masjid “An nur”, dengan ini melaksanakan serah terima kepengurusan.


Madani,  20 Syawal 1431 H       
               1 Nopember 2010

Yang menyerahkan:                                                      Yang menerima:

Pengurus Ta’mir Masjid “An nur”                      Pengurus Ta’mir Masjid “An nur”
Periode …… -2010                                                     Periode 2010-2013


        Dto.                                                                                  Dto.   


H……………….                                                        Ir. ………………………..
    Ketua Umum                                                                         Ketua Umum

                              
         Menyaksikan dan menyetujui:

       Majelis Syura Masjid  “An nur”
                                       Periode …….-2010


                                                 Dto.


        Fulan bin fulan
                                                Ketua

0 komentar:

Poskan Komentar